ContohNaskah Drama untuk 4 Orang ( Perempuan ) - faza mutia fadlana's blog. Contoh Drama Pendek 4 Orang - Mosaicone. 6 Contoh Naskah Drama 4 Orang Tema Persahabatan, Komedi. Contoh Naskah Drama Persahabatan 4 Orang Lengkap - Mosaicone. Contoh Naskah Drama Singkat 4 Orang Lucu - Mosaicone. Contoh Drama 4 Orang - Mosaicone
NASKAHDRAMA 6 ORANG PEREMPUAN “Sahabat Sejati‚. 13 Film ini cocok banget buat kamu yang lagi kejebak. Cerpen persahabatan Aku cinta kamu 1 / 17. Persahabatan 4 Orang. Contoh Naskah Drama Persahabatan Skripma. 9 Pasangan Drama Korea dari Sahabat Jadi Cinta LINE. Zigas Sahabat Jadi Cinta Aviwkila
ContohTeks Naskah Drama 4 Orang Wanita Tentang Persahabatan Judul. Sapardi Joko Damono Tempat Kejadian Madrid Spanyol Di suatu tempat Taman terbuka Di jaman ini juga Pemain Donna Laura Wanita tua berumur kira-kira 70 tahun Masih nampak jelas. Kepedulian Seorang Sahabat Tema. Jika Anda paham dunia sastra pasti Anda sudah mengenal dengan.
ContohNaskah Drama Persahabatan 4 Orang, Pada pembahasan kali ini kami akan menolong anda yang sedang mengerjakan tugas sekolah terutama mata pelajaran bahasa indonesia. Pada pembahasan kali ini yaitu tentang contoh drama persahabatan yang banyak sekali coba anda simak drama dibawah ini. Contoh Drama Persahabatan Dan akhirnya teman-teman kamarnya curiga karena Restu sering ngelamun dan
Contohnaskah drama untuk 4 orang kali ini jatikom akan memberikan contoh naskah drama yang dapat anda pilih karena terdapat 3 judul pementasan drama adalah bergantung pada sejumlah hal dan salah satu diantaranya adalah naskah skenario drama itu sendiri. Menulis sebuah karya tulis cerita fanfiction february 24 2017.
Contohnaskah drama 4 orang Simak naskah drama persahabatan 4 orang berikut, sebenarnya adik saya meminta untuk dibuatkan contoh teks drama 5 orang, tapi karena saya hanya punya. Naskah Drama 4 Orang Perempuan - Rapidshare Search Berikut ini Contoh Naskah Drama Persahabatan 4 Orang : Naskah Drama. Judul : Si Buta Penunggu dari Gua Hantu.
TUL2BB. KEJUTAN Selasa, 24 Maret 2016. Hari ini merupakan hari ulang tahun Ika. Dari kejauhan, terlihat Ika yang sedang berjalan menuju kelas dengan wajahnya yang murung, sesampainya dikelas ia langsung duduk di bangkunya. Tak lama kemudian, Faza pun datang. Faza ” pagi, ce.. riang” Ika ” pagi.. murung” Faza “cece kenapa ?” Ika “cece tidak apa-apa menjawab dengan wajah yang lesu ” Faza ”wajahmu tidak bisa menyembunyikan kesedihanmu, ce.. Coba ceritakan” Ika ” Faza ingat tidak hari ini hari apa ?” Faza “hari ini hari selasa, tanggal 24 Maret tahun 2016, semua masih sama dan tidak ada yang berbeda,masih sama seperti hari kemarin”. Ika “Oh, benarkah? Ya sudahlah.. menghembuskan nafas ” Tuk,tuk,tuk… terdengar langkah kaki Desri dan Rosa yang akan memasuki kelas, seperti biasanya Desri menyapa Ika dan Faza dengan riangnya Desri “pagi jak! hai cece! Riang gembira ” Ika “mmm, hai des.. murung” Faza “pagi, des!” Rosa “kenapa cece tak seriang biasanya?” Desri “iya nih, wajah cece murung, tak seperti biasanya.. padahal..” Ika “mmm.. caa, des kalian tahu tidak ini hari apa, tanggal berapa, atau bulan apa, dan ada kejadian apa? memotong ucapan Desri” Desri “tanggal 24… berjalan keluar kelas membuang sampah” Rosa “bulan Maret, tahun 2016..” Faza “dan tidak ada yang spesial di hari ini..” Ika “benarkah? sudahlah lupakan.. berjalan keluar kelas, dengan perasan kesal, sedih, dan kecewa” *** Ika berjalan keluar kelas dengan wajah kesal, lalu menabrak Desri yang akan masuk ke kelas, Desri pun kebingungan, lalu menghampiri Faza dan Rosa Desri “kalian tahu tidak ada apa dengan cece?” Rosa “mungkin dia lagi PMS..” Faza “sepertinya kalian melupakan sesuatu” Rosa “oh ya? Memangnya apa yang kami lupakan?” Faza “hari ini merupakan hari ulangtahun cece” Desri dan Rosa “benarkah?” Faza “menganggukkan kepala untuk meyakinkan” Desri “Ya Tuhan, aku benar-benar lupa” Faza “aku kira kalian tadi hanya berpura-pura lupa” Desri “jujur, aku benar-benar lupa” Rosa “hei, aku punya rencana..” Desri dan Faza “rencana apa?” Rosa “bagaimana kalau kita membuat kejutan untuk cece?” Desri “ayo! aku setuju…” Faza “aku juga setuju…” Desri “ayo mendekat kemari sebentar, aku ingin memberi tahu rencananya… “ *** Desri, Faza, dan Rosa pun membahas rencana kejutan untuk Ika, mereka berencana untuk memberi kejutan di rumah Ika pada sore harinya, tetapi mereka membuat semacam petunjuk kepada Ika berupa beberapa memo di kertas yang mereka tinggalkan diam-diam di kolong meja Ika, dan dibeberapa tempat lainnya.. Ika menemukan memo tersebut ia pun kebingungan Ika ” siapa yang meninggalkan memo ini?” *** Sore hari pun tiba, kini saatnya Desri, Faza, dan Rosa melancarkan misi kejutannya, mereka sudah tiba di rumah Ika, betapa beruntungnya mereka karena Ika sedang keluar rumah sebentar dan ibu Ika dapat diajak bekerja sama, lalu langsung saja mereka menyiapkan dekorasi untuk kejutan Ika. Ika pun tiba di rumahnya, ia merasa ada sesuatu yang aneh, rumah terlihat sepi, lalu langsung saja ia masuk, dan saat ia masuk… Ika “memo lagi? Ada aku disini? Mama! Mama! Mama! Kenapa sepi? berjalan menuju kamar dan tersandung.” Ika “memo apa lagi ini? Kamar?” Ika pun membuka pintu di kamarnya. Desri, Faza, Rosa “KEJUTAN!” Ika “terharu dan tak bisa berkata apa-apa” Desri “maaf ce, tadi kami lupa memeluk Ika” Rosa “iya ce maaf ya ce memeluk Ika” Faza “kalau aku sih pura-pura lupa ce, hehe, cece jangan seperti tadi pagi lagi ya memeluk cece” Ika “iya.. iya.. terimakasih banyak sahabatku atas kejutannya berpelukan” Misi kejutan untuk Ika pun berhasil, mereka pun bersuka ria bersama sore itu.. ***TAMAT*** yaa, itulah contoh naskah drama untuk 4 orang, semoga dapat bermanfaat 🙂
Naskah Drama Tentang Persahabatan 4 Orang Pemain - Perpisahan antar sahabat tak lantas mematikan arti dan kenangan dari persabatan itu sendiri. Karena dibangun dengan kepedulian, kasih dayang dan perhatian yang tulus. Berikut ini adalah contoh naskah drama tentang persahabatan yang kemudian berakhir dengan perpisahan karena kematian. Tema Persahabatan JudulSelamat Tinggal Sahabat Pemeran 1. Kumala 2. Yusril 3. Odi 4. Bu Yulianti SINOPSIS DRAMA PENDEK Kumala, seorang gadis yang tinggal bersama ibunya, Bu Yulianti di sebuah rumah di tengah kota. Kumala menjalin persahabatan dengan Yusrildan Odi. Yusril, Kumala, dan Odi saling bersahabat. Meskipun begitu, Yusril dan Kumala lebih dekat karena mereka sudah bersahabat sejak kecil. Sedangkan Odi bersahabat dengan Yusril dan Kumala baru dua tahun yang lalu atau tepatnya saat kelas satu suatu hari terjadi sesuatu yang membuat persahabatan mereka berjauhan bahkan terpisah karena kematian Kumala yang tiba-tiba. CONTOH DIALOG DRAMA PENDEK Pada hari itu Kumala tidak masuk sekolah. Di kelas, sudah ada Yusril dan Odi. Yusril “Eh, Kumala kemana ya? Kok dia nggak masuk sekolah?” Odi “Aku nggak tau. Tapi kan nggak biasanya Kumala nggak masuk. Jangan-jangan Kumala kenapa-napa lagi? “ Yusril “Pulang sekolah ntar kita jenguk Kumala di rumahnya.” Odi “Tunggu dulu. Hari ini ada ekskul Karate. Jadi kita pulangnya jam setengah empat.” Yusril Oh iya, kalau begitu nanti saja setelah ekskul Karate selesai, kita baru ke rumah Kumala.” Odi OK! Siap. Sepulang sekolah, Yusril dan Odi pun mengikuti ekskul Karate. Jam setengah empat ekskul selesai dan mereka segera ke tempat parkir kenderaan untuk pulang. Namun di tengah perjalanan ke tempat parkir, mereka melihat sesosok gadis yang membelakangi mereka sedang berdiri di pinggir lapangan sekolah. Odi “Dia siapa ya?” Yusril “Murid pindahan mungkin.” Odi “Kalau dia murid pindahan, kenapa dia ada di sekolah saat jam ekskul basket? Yusril “Tau. Kita samperin yuk!” Odi “Bentar-bentar...” Tiba-tiba handphone Odi berdering. Odi “Duh, Yusril. sepertinya aku nggak bisa ikut jenguk Kumala. Soalnya kakakku SMS, katanya dia mau ke bandara jemput temannya yang datang dari luar kota. Aku disuruh menemani adikku dirumah. Maaf ya. Sampaikan salamku untuk Kumala ya.” Yusril “Ya sudah deh. Nggak apa-apa kok.” Odi “Kalau gitu, aku pergi dulu ya...” Yusril “Ya. Hati-hati di jalan.” Yusrillalu menghampiri gadis yang ada di pinggir lapangan tersebut untuk menjawab rasa penasarannya. Ia merasa gadis itu mirip dengan perawakan yang dimiliki Kumala. Yusril “Kumala!” Gadis itu berbalik dan ternyata benar memang Kumala. Kumala“Yusril?” Yusril “Kamu kok nggak masuk sekolah? Terus kenapa kamu jam segini di sekolah?’ Kumala Menggenggam secarik kertas “Aku datang kesini karena aku mau kasih tahu sesuatu ke kamu.” Yusril “Kasih tahu apa?” Kumala “Aku mau ngucapin terima kasih karena selama ini kamu sudah baik banget sama aku. Kamu sudah mau jadi sahabat aku, pengertian sama aku, dan aku juga minta maaf kalau aku punya salah sama kamu.” Yusril Kamu kenapa La? Kenapa kamu ngomong begitu? Apa yang kamu sembunyiin dari aku?” Kumala “Aku nggak tahu apa yang harus aku lakukan untuk ngebalas kebaikanmu di sisa-sisa waktuku ini.” Yusril “Sisa-sisa waktu? Maksudnya? Memangnya kamu mau kemana La?” Kumala “Kamu tahu kan kalau kepala aku itu sering sakit?” Yusril “Iya. Terus kenapa memangnya?” Kumala “Karena aku sudah nggak tahan sakitnya, kemarin aku periksa ke dokter, terus saat itu juga dokter menyuruhku untuk dironsen, dan tadi pagi aku ambil hasil ronsennya.” Yusril “Terus, bagaimana hasil ronsennya?” Kumala tak menjawab pertanyaan Yusril. Langsung saja Yusril merebut secarik kertas yang sedari tadi digenggam oleh Kumala. Yusril “Apa? Ini nggak mungkin. Saudari Kumala Salsabila Putri positif mengidap kanker otak? Kamu bohong kan La?” Kumala “Kamu bisa lihat sendiri kan Yusril. Itu semua bukan rekayasa. Hidup aku sebentar lagi berakhir. Sebentar lagi aku akan ninggalin kamu untuk selama lamanya. Harapan hidup aku sudah kecil banget.” Yusril “Nggak, kamu nggak boleh bilang begitu, kita nggak boleh pisah, nggak boleh.” Kumala “Tapi Yusril, setiap ada pertemuan, di situ juga pasti ada perpisahan.” Yusril “Nggak, aku nggak mau La. Aku nggak mau pisah sama kamu.” Tiba tiba Kumala merintih kesakitan sambil memegangi kepalanya. Lalu kemudian pingsan. Kumala “Kepalaku sakit Yusril.” Yusril “Kumala, kamu kenapa?” Kumala tiba-tiba pingsan. Yusril “La bangun La! Bangun! Ya Tuhan, Kumala kenapa? Tolong… tolong…” Kumala pun segera dibawa ke rumah sakit. Kemudian, Kumala segera ditangani oleh Dokter. Yusril pun menelfon ibu Kumala, Bu Yulianti agar segera datang melihat keadaan Kumala. Yusril “Hallo Bu Yulianti...” Bu Yulianti “Hallo. Ada apa Yusril?” Yusril Ibu bisa datang ke rumah sakit Sehat Sejahtera, tidak bu?” Bu Yulianti Memangnya ada apa nak?” Yusril “Kumala pingsan bu. Dan saat ini ada di rumah sakit.” Bu Yulianti “Iya. Ibu secepatnya kesana. Terima kasih ya sudah memberi tahu.” Yusril “Iya bu. Sama-sama.” Tak berapa lama kemudian, Bu Yulianti pun datang. Setelah satu jam menunggu, akhirnya Dokter pun telah selesai memeriksa keadaan Kumala. Namun, Dokter terlihat tidak bahagia. Bu Yulianti “Dokter, bagaimana keadaan Kumala?” Dokter “Sebelumnya saya minta maaf yang sebesar besarnya, saya sudah bekerja dengan semaksimal mungkin, tapi saya bukanlah Tuhan yang bisa mengubah jalan hidup seseorang. Maaf, anak ibu tidak bisa di selamatkan. Kondisinya sudah sangat kritis, dan sel kanker tersebut telah menyebar keseluruh tubuhnya.” Bu Yulianti “Maksud Dokter, Kumala sudah meninggal?” Dokter “Saya sudah berusaha bu. Ini sudah takdir.” Bu Yulianti “Kumala, ini tidak mungkin. tidak mungkin.” Dokter pun pergi meninggalkan Yusril dan Bu Yulianti. Yusril pun menghampiri Bu Yulianti yang sedang meratapi kepergian Kumala. Yusril “Ibu yang sabar ya bu. Saya yakin di balik semua ini pasti ada hikmah yang bisa dipetik.” Bu Yulianti “Terima kasih selama ini kamu sudah menjadi sahabat terbaik Kumala.” Yusril “Sudah bu, saya juga sedih karena kepergian Kumala. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Dan semua itu sudah tisak bisa kembali.” Bu Yulianti “Ya, kamu benar. Semoga saja Kumala tenang disisi-Nya.” Yusril “Amin…” Keesokan harinya, jenazah Kumala sudah sampai di pemakaman. Odi “Yusril! berlari dengan terengah-engah Aku sudah dengar dari teman-teman kalau Kumala meninggal karena kanker otak.” Yusril “Iya. Hari ini dia akan dimakamkan.” Odi “Kalau begitu, ayo kita ke pemakaman Kumala. Aku ingin melihat Kumala meski untuk yang terakhir kalinya.” Yusril “Ya.” bergegas menuju pemakaman Sesampai di pemakaman, Yusril dan Odi melihat Bu Yulianti yang berlinang air mata. Yusril “Kumala, kenapa kamu cepet banget tinggalin aku? Aku nggak mau pisah sama kamu. Odi “Sudahlah Yusril, kita harus relakan kepergian Kumala. Ini semua sudah takdir Tuhan.” Yusril menangis sambil memandangi batu nisan Kumala. Yusril “Kumala, kenapa kamu pergi sebelum aku bisa bikin kamu bahagia. Asal kamu tahu La, di hatiku nggak ada sahabat sebaik kamu. Kamu itu sahabat sejatiku yang selalu bisa menemaniku dalam suka ataupun duka. La, semoga kamu tenang di alam sana. Aku harap, kamu nggak akan lupakan aku dan Odi, karena kami juga nggak akan pernah lupakan kamu. Selamat jalan ya sobat!” Keduanya beranjak pergi meninggalkan rumah abadi milik sahabatnya dengan hati yang amat sedih. TAMAT Baca juga Contoh naskah drama tentang persahabatan Contoh naskah drama tentang kesehatan Contoh naskah drama tentang cinta Demikian, semoga contoh skenario drama singkat diatas menginspirasi Anda.